JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali perdagangan Jumat (18/9/2026) di zona hijau. Laju penguatan IHSG hari ini disokong oleh mayoritas sektor saham, terkhusus sektor energi.
Berdasarkan data transaksi sekitar pukul 09.11 WIB, IHSG berada pada level 6.500,36, menanjak 37,93 poin atau 0,59 persen dari posisi penutupan perdagangan sebelumnya di level 6.462,43.
Saat pembukaan pasar, IHSG sempat menyentuh level 6.512,57 atau melonjak hingga 0,78 persen. Usai momen tersebut, pergerakan indeks bergerak dinamis dalam rentang 6.490,48 sampai 6.521,02.
Dinamika pergerakan IHSG pada awal sesi terpantau cukup aktif. Hingga pukul 09.11 WIB, tercatat 275 saham menguat, 230 saham melemah, dan 458 saham bertahan stagnan.
Dari 11 indeks sektoral di BEI, sebanyak sembilan sektor berhasil parkir di zona hijau pada perdagangan pagi. Sektor energi menorehkan lompatan tertinggi, yaitu mencapai 1,72 persen.
Penguatan selanjutnya disumbang oleh sektor teknologi yang melaju 0,98 persen, serta sektor barang baku yang terangkat 0,67 persen.
Di lain sisi, dua sektor tampak bergerak melemah. Sektor kesehatan terkoreksi 0,48 persen, sedangkan sektor keuangan menyusut 0,33 persen.
Pergerakan sektoral tersebut mengindikasikan bahwa laju penguatan IHSG di awal perdagangan belum berlangsung secara merata. Tekanan pada sektor keuangan, contohnya, terlihat dari sejumlah saham perbankan yang masuk jajaran saham LQ45 dengan pelemahan paling dalam.
Pada deretan kelompok saham LQ45, saham PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) memimpin penguatan dengan kenaikan sebesar 3,09 persen. Selanjutnya, saham PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) melonjak 2,35 persen dan saham PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) menguat 1,92 persen.
Sebaliknya, saham PT Bukit Asam (Persero) Tbk (PTBA) mencatatkan penurunan paling tajam di jajaran LQ45, yakni merosot 1,29 persen. Saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) turut terkikis 1,20 persen, sementara saham PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK) tergerus 0,81 persen.
Sementara itu di pasar valuta asing, nilai tukar rupiah bergerak melemah terhadap dollar AS. Berdasarkan data Stockbit, rupiah berada pada posisi Rp 17.737 per dollar AS, menyusut 16,20 poin atau 0,09 persen jika dibandingkan penutupan sebelumnya di level Rp 17.720,80. Pergerakan kurs rupiah menjadi salah satu variabel yang ikut diperhatikan para pelaku pasar di tengah tren penguatan IHSG.
Sinyal positif juga mewarnai mayoritas bursa saham Asia pada perdagangan Jumat pagi. Indeks Shanghai Composite atau SSE Composite China naik 0,84 persen.
Nikkei 225 Jepang menanjak 0,74 persen, Hang Seng Hong Kong menguat 0,79 persen, dan KOSPI Korea Selatan memimpin penguatan dengan lonjakan 2,01 persen.
Adapun S&P/ASX 200 Australia terangkat tipis 0,13 persen. Berseberangan dengan tren tersebut, Asia Dow justru berada di zona merah setelah melemah 1,04 persen.