Danantara Siap Bawa Pegadaian, Pupuk Indonesia, Pelindo, dan Angkasa Pura Melantai di Bursa, Target Rampung 12 Bulan

Danantara Siap Bawa Pegadaian, Pupuk Indonesia, Pelindo, dan Angkasa Pura Melantai di Bursa, Target Rampung 12 Bulan
Danantara Siap Bawa Pegadaian, Pupuk Indonesia, Pelindo, dan Angkasa Pura Melantai di Bursa, Target Rampung 12 Bulan

Rencana aksi korporasi ini bukan sekadar wacana. Chief Investment Officer (CIO) Danantara Indonesia, Pandu Sjahrir, memastikan seluruh proses persiapan penawaran umum perdana saham (IPO) akan dieksekusi melalui entitas khusus, PT Danantara Asset Management (DAM).

"Prosesnya ada di dalam DAM, insyaAllah fokus 6-12 bulan ke depan. Ada proses juga nanti dalam Bursa, niatnya menambah likuiditas ke pasar modal Indonesia," ujar Pandu dalam keterangannya.

Empat Kandidat Emiten Baru dengan Kapitalisasi Raksasa

Danantara tidak asal memilih perusahaan untuk dilepas ke publik. Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria, menyebut keempat entitas tersebut memiliki kinerja keuangan solid dan kapitalisasi pasar yang jumbo, sehingga layak menjadi mesin pertumbuhan baru di bursa.

PT Pegadaian dinilai memiliki basis nasabah luas dengan profitabilitas tinggi di sektor keuangan non-bank. PT Pupuk Indonesia menjadi tulang punggung ketahanan pangan nasional melalui industri pupuk. Sementara itu, PT Pelindo mengelola logistik dan infrastruktur maritim utama, dan PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports) menguasai ekosistem bandar udara di seluruh negeri.

"Banyak perusahaan BUMN bagus, ada Pegadaian, Pupuk Indonesia, Pelindo, Angkasa Pura, secara market cap bagus untuk kita IPO-kan," kata Dony Oskaria.

Skema Pelepasan Saham Menunggu Arahan Kementerian Keuangan

Meski target waktu sudah ditegaskan, Danantara masih memilah skema terbaik untuk setiap entitas. Dony menjelaskan, tidak semua perusahaan akan langsung dilepas ke publik. Ada opsi strategis lain seperti kemitraan strategis atau tetap menjadi perusahaan tertutup.

"Mana akan kita strategic partnership, mana akan kita IPO, mana kita tetap tertutup, nanti kita diskusikan juga dengan Kementerian Keuangan. Arahannya tentu sebagai milik negara, kemudian baru menjadikan itu potential target lebih tinggi lagi," tutur Dony.

Rencana ini merupakan bagian dari peta jalan (roadmap) transformasi lima tahun Danantara Indonesia. Manajemen terus berkoordinasi intensif dengan Kementerian Keuangan untuk menentukan skema yang optimal bagi setiap perusahaan negara, memastikan nilai yang dihasilkan maksimal baik bagi negara maupun investor.

Jika terealisasi, aksi korporasi ini akan menjadi salah satu gelombang IPO BUMN terbesar dalam beberapa tahun terakhir, sejalan dengan upaya pemerintah memperdalam pasar keuangan domestik di tengah kondisi ekonomi global yang masih fluktuatif.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index