JURNALEKONOMI.CO.ID — Garudayaksa FC mencuri satu poin dari kandang Persebaya Surabaya usai bermain imbang 1-1 pada pekan ketiga BRI Super League 2026/2027 di Stadion Gelora Bung Tomo, Sabtu (19/9). Hasil ini membuat Persebaya tertahan di peringkat ketujuh dengan lima poin, sementara Garudayaksa menempati posisi ke-13 dengan dua poin.
Pelatih Garudayaksa FC, Milos Joksic, mengakui timnya harus bermain bertahan sepanjang laga menghadapi Persebaya. Strategi itu diambil karena Bajul Ijo tampil agresif dengan permainan langsung dan umpan-umpan jauh ke lini depan.
Pertandingan berjalan berat bagi Garudayaksa sejak awal. Persebaya mendominasi penguasaan bola dan berkali-kali menekan pertahanan lawan.
Gol Penyelamat di Menit Akhir
Persebaya akhirnya memecah kebuntuan lewat Alex Martins pada menit ke-85. Gol itu sempat membuat kemenangan di depan mata.
Namun, keunggulan tersebut hanya bertahan empat menit. Al Hamra Hehanussa mencetak gol penyama kedudukan dan memaksa laga berakhir 1-1.
Gol tersebut menjadi pukulan bagi Persebaya yang tampil dominan sepanjang pertandingan. Sebaliknya, Garudayaksa pulang membawa satu poin berharga dari kandang lawan.
Joksic Akui Kesulitan Redam Persebaya
Joksic menyebut Persebaya sebagai lawan yang sulit dihentikan. Pelatih asal Serbia itu menilai permainan langsung dan umpan jauh Bajul Ijo merepotkan lini pertahanannya.
"Pertama-tama, saya mengucapkan selamat kepada kedua tim atas permainan yang fair play. Kami bermain sangat bertahan hari ini karena lawan tampil fantastis. Mereka bermain sangat baik dengan umpan-umpan jauh yang dalam dan sepak bola langsung. Kami menghadapi banyak masalah untuk menghentikan mereka," ujar Joksic seusai laga.
Garudayaksa beberapa kali mencoba keluar dari tekanan melalui transisi dan serangan balik cepat. Meski jarang menguasai bola, tim tamu mampu menciptakan momen berbahaya.
Poin Berharga dari Kandang Lawan
Hasil imbang ini menahan Persebaya di peringkat ketujuh dengan lima poin dari tiga laga. Sementara Garudayaksa berada di posisi ke-13 dengan koleksi dua poin.
Bagi Garudayaksa, satu poin di markas Persebaya menjadi modal penting untuk memperbaiki posisi di klasemen. Tim ini masih mencari konsistensi di awal musim BRI Super League 2026/2027.
Joksic memberikan apresiasi khusus kepada lini belakang yang bekerja keras sepanjang pertandingan. Menurutnya, disiplin bertahan menjadi kunci timnya mampu menahan gempuran Persebaya hingga peluit akhir.