Budi Gadai Klaim Pembiayaan Naik 23,9 Persen, Tren Makan Tabungan Jadi Pemicu

Budi Gadai Klaim Pembiayaan Naik 23,9 Persen, Tren Makan Tabungan Jadi Pemicu
Budi Gadai Klaim Pembiayaan Naik 23,9 Persen, Tren Makan Tabungan Jadi Pemicu

JURNALEKONOMI.CO.ID — PT Budi Gadai Indonesia mencatat penyaluran pembiayaan gadai naik 23,9 persen secara year on year hingga Agustus 2026. Kenaikan itu terjadi saat masyarakat mulai memakai tabungan untuk kebutuhan sehari-hari, sehingga gadai jadi alternatif dana tunai.

Direktur Budi Gadai Indonesia Budiarto Sembiring menyebut, gadai bisa menjadi pilihan saat kebutuhan dana meningkat sementara pendapatan atau tabungan terbatas. Nasabah tetap memegang kepemilikan atas aset yang digadaikan.

"Dalam kondisi tersebut, gadai dapat menjadi salah satu alternatif bagi masyarakat untuk memperoleh dana tunai dengan tetap mempertahankan kepemilikan atas asetnya," ujar Budiarto kepada Kontan, Jumat (18/9/2026).

Bukan Satu-satunya Pemicu

Budiarto menegaskan, tren makan tabungan tidak otomatis menjadi penentu utama kenaikan transaksi gadai. Minat masyarakat juga dipengaruhi kebutuhan dana, kondisi ekonomi, karakteristik nasabah, dan kemudahan akses ke layanan pergadaian.

Peningkatan 23,9 persen itu disebut mencerminkan minat dan kebutuhan masyarakat terhadap layanan gadai yang masih cukup baik. Budiarto tidak mengungkap nilai penyaluran pembiayaan Budi Gadai secara nominal.

Elektronik hingga Emas Jadi Jaminan

Dari sisi barang jaminan, nasabah Budi Gadai paling banyak menggadaikan kategori elektronik, kendaraan, dan lainnya. Emas dan perhiasan tetap menjadi jenis jaminan yang cukup diminati.

Kebutuhan dana nasabah umumnya bersifat jangka pendek. Ragamnya mulai dari kebutuhan rumah tangga sehari-hari, biaya pendidikan, biaya kesehatan, membayar tagihan, hingga kebutuhan mendesak lain.

Budiarto menambahkan, cukup banyak nasabah memakai dana gadai untuk menambah modal usaha atau menutup kebutuhan operasional usaha.

"Jadi, penggunaan dana gadai tidak hanya untuk kebutuhan konsumtif, tetapi juga dapat digunakan untuk kebutuhan produktif seperti usaha," ungkapnya.

Setiap nasabah punya kebutuhan berbeda, sehingga tujuan penggunaan dana dari gadai juga beragam. Bagi industri pergadaian, kombinasi tekanan likuiditas rumah tangga dan kebutuhan modal usaha menjadi pasar yang tetap tumbuh.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index