JURNALEKONOMI.CO.ID — Tinashe bersiap merilis album studio kedelapannya, Popstar, yang tinggal sepekan lagi dari jadwal rilis. Penyanyi asal Amerika Serikat itu mengakui tekanan menjelang perilisan kali ini terasa berbeda dibanding album-album sebelumnya. Lima singel sudah dilepas lebih dulu, memicu perdebatan sengit di media sosial soal arah kreatifnya.
Tinashe berada di New York untuk membuka rangkaian acara Tabby Tour yang digelar Coach dan Spotify. Ia tampil di depan sejumlah penggemar yang memadati kawasan Manhattan bawah dengan pemberitahuan hanya beberapa jam sebelumnya.
Album Popstar sendiri masih sepekan lagi menuju tanggal rilis. Di antara kerumunan penonton, perbincangan soal album baru itu terdengar, meski tidak sekeras diskusi yang berlangsung di dunia maya.
Pembicaraan online menyoroti berbagai hal, mulai dari desain sampul album, pilihan singel, hingga pendapat Tinashe sendiri yang blak-blakan soal kedua hal itu. Baginya, semua perhatian tersebut memang bagian dari rencana.
Klaim Ruang Lewat Judul Popstar
Judul album dipilih Tinashe dengan sengaja. Ia ingin membuat rekaman yang terasa percaya diri dan berani, termasuk lewat cara album itu hadir dan mengambil ruang.
"Saya ingin menciptakan rekaman yang terasa sangat percaya diri dan berani dalam judulnya, dalam mengambil ruang, dalam kedatangannya, seperti mengumumkan bahwa saya ada di sini," ujar Tinashe kepada Rolling Stone.
Menurutnya, memakai kata Popstar adalah cara mengklaim posisinya sendiri. Tingkat kepercayaan diri itu, kata dia, justru memunculkan lebih banyak percakapan dan tekanan di sekitar album.
Sampul Album yang Sengaja Bikin Perdebatan
Sampul Popstar menampilkan wajah Tinashe dari jarak dekat, dengan lingkaran bintang di matanya dan tatapan kosong ke depan. Headphone terpasang di kepalanya, sesuai konsep album yang dibuat untuk didengar secara sengaja, bukan sekadar diputar lewat.
Seorang pengguna X menyarankan agar Tinashe memilih gambar promosi lain, terutama foto saat ia duduk di tepi gedung dengan latar U.S. Bank Tower di Los Angeles. Tinashe menjawab singkat bahwa tidak setiap pilihan kreatif sesederhana "oh gambar ini bagus".
Ia menilai masyarakat konsumtif cenderung memilih yang paling mencolok atau paling berpotensi viral. Menurutnya, seniman sejati harus mampu melampaui dorongan itu karena fokus pada hal semacam itu justru mempersempit proses kreatif.
Lima Singel, Sebelas Lagu Baru
Popstar sudah diperkenalkan lewat lima singel: "Pillow Fight", "Crash Out", "Melatonin", "Too Easy", dan "I'd Rather Be Alone". Kelimanya disebut punya karakter yang saling berbeda satu sama lain.
"Crash Out" menjadi salah satu sorotan karena bertumpu pada perkusi dan bercerita soal menjaga fokus di tengah derasnya suara yang mempertanyakan. Masih ada 11 lagu lain yang menanti di sisi lain perilisan album dan akan memperluas tema dari singel-singel tersebut.
Kepercayaan diri Tinashe pada album ini membuatnya tak terlalu ambil pusing saat ada warganet di X yang memintanya "menaikkan level" atau mengancam tidak akan mendengarkan. Ia hanya membalas: "Silakan. Tolong jangan dengarkan."
Independen Sejak 2019 dan Soal Nuansa
Tinashe beroperasi sebagai artis independen sejak 2019, ketika ia berpisah dari RCA Records. Saat itu, manajernya menyebut kepergian tersebut sebagai langkah mengembalikan kendali kreatif setelah lima tahun dan tiga album.
Pada periode sebelumnya, ada masa ketika ia didorong merekam musik yang tidak ia rasa terhubung, dan masa lain ketika perbedaan kreatif menunda jadwal rilis hingga berbulan-bulan. Karena itu, ia tidak berminat menerima saran artistik dari akun penggemar di media sosial.
Ia menilai era sekarang membuat orang lebih enggan menghargai nuansa dan tak meluangkan waktu menelusuri alasan di balik sebuah pilihan kreatif. Baginya, penting bagi artis untuk memegang pendirian dan tidak sekadar merilis sesuatu yang mudah diterima.
Balasan-balasan Tinashe di media sosial tidak terkesan defensif berlebihan, hanya sedikit kesal pada minimnya usaha sebagian penggemar untuk mencerna karya secara serius. Ia juga tidak mengambil umpan balik dari mereka.
Percakapan di ruang online soal artis mana yang membentuk lanskap pop memang penting. Namun, penggemar juga kerap menyederhanakan dimensi dari apa yang mereka konsumsi. Dalam kata-kata Tinashe sendiri: "Nuansa sudah mati."