JURNALEKONOMI.CO.ID — Manchester United menelan tiga kekalahan dalam enam laga pembuka musim ini, dan tekanan terbesar justru mengarah ke ruang direksi, bukan ke bangku pelatih Michael Carrick. Direktur negosiasi sepak bola klub, Matt Hargreaves, disebut sebagai biang keladi kekacauan transfer yang membuat United tampak seperti klub amatir di mata figur internal Old Trafford.
Kekalahan dari Hull City, tumbang melawan Manchester City yang bermain dengan sepuluh orang, plus tersingkir dari Carabao Cup oleh Brighton & Hove Albion, sudah cukup membuat posisi Carrick goyah. Statistik mendasar menunjukkan pelatih asal Inggris itu kesulitan mengulang performa yang dulu mengantarnya mendapat kontrak permanen di Old Trafford.
INEOS kabarnya tengah melakukan uji tuntas jika tim gagal melewati ujian melawan Fulham. Namun sorotan tidak hanya tertuju pada Carrick. Ada satu nama yang nyaris tak pernah disebut media, tapi dianggap masalah besar di dalam klub.
Matt Hargreaves, Sosok yang Disebut Aib di Dalam Klub
Hargreaves menjabat sebagai director of football negotiations Manchester United. Posisi itu seharusnya menjadi ujung tombak klub dalam merancang dan menuntaskan transfer, tapi hasilnya jauh dari harapan.
"Satu orang yang hampir tidak disebut di media tetapi merupakan masalah besar adalah Matt Hargreaves — direktur negosiasi sepak bola United. Roundtable memahami bahwa Hargreaves dipandang sebagai aib secara internal di United oleh banyak figur dan seseorang yang tidak layak untuk pekerjaan itu," demikian bunyi laporan yang beredar di kalangan pengamat.
Kritik paling tajam menyoroti cara Hargreaves bernegosiasi. Proses yang berlarut-larut kerap berakhir dengan United tetap membayar harga yang sejak awal diminta klub penjual. Bahkan ada indikasi mereka rela membayar di atas nilai pasar pemain.
"Hargreaves telah membuat United tampak seperti lelucon di pasar transfer. Negosiasi panjang yang konstan untuk akhirnya membayar nilai persis yang selalu diinginkan klub penjual, membayar berlebihan untuk pemain di atas nilai pasar mereka, dan ketidakmampuan menjual pemain," lanjut laporan tersebut.
Target Utama Gagal Mendarat Satu per Satu
INEOS menargetkan Elliot Anderson, Mateus Fernandes, dan Aurelien Tchouameni sebagai prioritas utama musim panas lalu. Ketiganya tidak pernah tiba di Old Trafford.
Manajemen memilih menghemat uang dengan menolak membayar di atas harga wajar. Youri Tielemans memang tampil impresif, tapi juara liga Inggris 20 kali itu butuh kualitas yang jauh lebih merata, terutama di lini belakang.
Kegagalan menjual pemain juga menjadi masalah serius. United praktis tidak melepas satu pun pemain senior, sehingga posisi kunci di lini depan dan sayap ikut terabaikan. Mereka bahkan tidak mendatangkan bek kiri, padahal itu posisi yang jadi prioritas klub.
Carrick Menanggung Beban, Hargreaves Tetap Aman
Di tengah semua kekacauan ini, Carrick yang harus menanggung segala kritik. Sementara Hargreaves masih duduk di kursinya tanpa sanksi berarti.
Ironisnya, Hargreaves sebelumnya adalah direktur pemasaran Adidas sebelum menggantikan Matt Judge. Latar belakang itu jelas tidak mendukung klaim INEOS bahwa mereka merekrut orang-orang terbaik untuk mengurus operasional klub.
Moral di dalam klub disebut berada di titik terendah. Pekerja dan penggemar merasa dikecewakan oleh cara INEOS menangani urusan klub. Laga melawan Fulham akhir pekan nanti akan menjadi ujian berikutnya, bukan hanya bagi Carrick, tapi juga bagi mereka yang duduk di ruang direksi.