Jawab Kritik DPR, TNI Tegaskan Komitmen Jaga Keamanan di Papua

Jawab Kritik DPR, TNI Tegaskan Komitmen Jaga Keamanan di Papua
Kepala Pusat Penerangan TNI Mayjen Muhammad Nas [FOTO: NET].

JAKARTA - Kepala Pusat Penerangan TNI Mayjen Muhammad Nas menegaskan bahwa TNI tetap memegang teguh komitmen untuk menjalankan tugas pertahanan negara serta menjaga keamanan seluruh wilayah Indonesia menyusul maraknya aksi kekerasan terhadap warga sipil di Papua.

Pernyataan tersebut disampaikan Nas guna merespons kritik yang menilai aparat keamanan seharusnya mengedepankan pencegahan kekerasan terhadap warga sipil, alih-alih baru merespons setelah peristiwa terjadi.

"TNI selalu komit melaksanakan tugas pertahanan negara, komit mengamankan setiap jengkal tanah kami. Jangan sampai ada yang ingin keluar dari NKRI, itu enggak benar," kata Nas ditemui di Lapangan Silang Monas, Jakarta, Sabtu (19/9/2026).

Nas turut memastikan bahwa jajaran aparat masih terus melakukan pengejaran terhadap pelaku penembakan pengemudi angkutan rute Wamena-Nduga, Aris Sanda. Di samping itu, TNI juga konsisten memperketat pengamanan bagi masyarakat di wilayah terdampak.

"Tetap, tetap dilaksanakan. Penguatan pengamanan masyarakat, maupun pengejaran terhadap pelaku," kata dia.

Nas menekankan, pihak TNI siap mengeksekusi setiap instruksi yang diberikan demi menjaga stabilitas keamanan serta keutuhan NKRI.

"Apa pun perintah, kami laksanakan. TNI siap selalu paling depan," ujar dia.

Sebelumnya, Wakil Ketua Komisi I DPR Sukamta melayangkan kritik atas pola penanganan situasi keamanan di Papua seusai kelompok kriminal bersenjata (KKB) membunuh Aris Sanda pada jalur Wamena-Mbua, Papua Pegunungan.

"Jangan hanya bergerak setelah terjadi penembakan," ujar Sukamta kepada Kompas.com, Jumat (18/9/2026).

Menurut Sukamta, pemerintah sepatutnya memperkuat upaya pencegahan dengan mempertajam kapabilitas deteksi dini sekaligus perlindungan pada warga sipil, terutama di sepanjang rute transportasi yang tergolong rawan.

"Pengamanan harus berbasis pencegahan, dengan memperkuat intelijen teritorial, deteksi dini, dan perlindungan masyarakat di titik-titik rawan," kata Sukamta.

Politikus Partai Keadilan Sejahtera tersebut turut merespons klaim kelompok bersenjata yang menuding Aris sebagai aparat intelijen yang menyamar sebagai pengemudi. Menurutnya, tuduhan semacam itu hanya klaim sepihak dari pelaku dan wajib dibuktikan lewat jalur penyelidikan resmi.

"Apapun tuduhan terhadap korban, tidak boleh menjadi alasan untuk melakukan pembunuhan di luar proses hukum. Keselamatan warga sipil harus menjadi prioritas utama," kata Sukamta.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index